• Jl. Yahim No.49, Sentani, Kabupaten Jayapura
  • (0967) 592179 / 082190901393
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Prosiding
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • LAYANAN
Thumb
396 dilihat       06 Oktober 2025

Sekolah Lapang Orang Asli Papua:Ratusan Petani Sarmi Dilatih Inovasi Pertanian Modern Spesifik Lokal

Sarmi, 6 Oktober 2025 – Dinas Pertanian Kabupaten Sarmi bekerja sama dengan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua resmi membuka kegiatan Sekolah Lapang Orang Asli Papua yang berlangsung pada 6–14 Oktober 2025. Kegiatan ini digelar di empat distrik, yaitu Pantai Barat, Sarmi Kota, Pantai Timur, dan Bonggo serta melibatkan ratusan petani dan kelompok tani setempat.

Kabupaten Sarmi sendiri berada di pesisir utara Papua, sekitar 400 km dari Jayapura dengan jarak tempuh darat 5–6 jam. Pembukaan sekolah lapang dimulai di Distrik Pantai Barat, sekitar 90 km dari ibu kota Sarmi. Peserta yang hadir berasal dari kampung Materwar, Wari, Aruswar, Webro, dan Arbais, yang menjadi titik pusat pelaksanaan.

Acara turut dihadiri oleh Kepala Distrik Pantai Barat Yosef Aweta, S.IP, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Sarmi Samuen, SP, Koordinator BPP Pantai Barat Yosua Natalis Sroyer, SP, Ketua Panitia Fera, SP, Kepala Kampung Arbais, Bhabinkamtibmas Arbais Brigadir A. Wahid Iriyanto, serta para penyuluh pertanian.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang PSP menegaskan bahwa sekolah lapang menjadi momentum penting untuk mendorong petani menguasai teknologi pertanian modern. “Tujuan utama kita adalah mengubah pola hidup petani agar produktivitas meningkat dan pendapatan bertambah. Informasi yang disampaikan harus benar-benar dipahami dan diterapkan agar tidak sia-sia,” ujarnya.

Sekolah lapang menghadirkan tiga narasumber utama dari BRMP Papua yang menyampaikan materi inovasi teknologi dan budidaya tanaman, antara lain: Dr. Ir. Martina Sri Lestari, MP., Sitti Raodah Garuda, SP, MP., dan Muhammad Nur, S.ST, MP.

Dr. Ir. Martina Sri Lestari, MP: Inovasi Teknologi Budidaya Jagung dan Kacang Tanah. Ia menekankan penggunaan benih unggul adaptif iklim Papua, penerapan sistem tanam jajar legowo jagung, serta pemanfaatan inokulasi Rhizobium pada kacang tanah untuk meningkatkan fiksasi nitrogen alami. Teknologi ini diyakini mampu meningkatkan hasil panen hingga 30% tanpa menambah biaya pupuk kimia dan pemanfaatan Pestisida nabati ramah lingkungan.

Sitti Raodah Garuda, SP, MP: Inovasi Teknologi Budidaya Padi. Materi berfokus pada penerapan sistem intensifikasi padi jajar legowo dengan sistem tanam 4:1, penggunaan benih bermutu, penggunaan pupuk organik cair berbasis spesifik  lokal, dan pengendalian hama terpadu (PHT) secara organik. Teknologi ini dinilai sesuai dengan kondisi lahan petani yang masih menerapkan pertanian organik  dan sawah tadah dan padi Gogo  atau lahan kering

Muhammad Nur, S.ST, MP: Inovasi Teknologi Produksi Lipat Ganda Cabai. Menjelaskan tentang pentingnya pemilihan varietas yang adaptif, perlakuan benih dan pengendalian hama penyakit dengan penggunaan perangkap hama likat kuning dan pemanfaat perangkap lalat buah memakai petrogenol dan sistem tanam model zig zag, serta pemanfaatan pestisida nabati dan mikro organisme lokal untuk memperkuat ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit layu, pengairan dan pemupukan berimbang tanaman cabai. Inovasi ini disebut dapat melipatgandakan produksi cabai hingga dua kali lipat dalam satu musim tanam.Selain itu, petani juga diperkenalkan dengan alat mesin pertanian modern, seperti kultivator, traktor mini, serta alat tanam padi dan jagung.

Sekolah Lapang ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam menguasai teknologi pertanian modern, mengurangi ketergantungan petani pada pola lama yang boros biaya dan kurang produktif, mendorong swasembada pangan daerah melalui peningkatan produksi jagung, kacang tanah, padi, dan cabai sebagai komoditas utama. Manfaat sekolah lapang juga dirasakan langsung oleh petani, yaitu mendapat pengetahuan praktis yang bisa langsung diterapkan di lahan, meningkatkan efisiensi biaya produksi dengan pemanfaatan teknologi hemat input, membuka peluang untuk peningkatan kesejahteraan petani melalui hasil panen yang lebih tinggi dan stabil.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sarmi, Maria Magdalena Marau, SP, MM, dalam sambutannya yang disampaikan secara tertulis menekankan bahwa sekolah lapang ini merupakan strategi jangka panjang untuk menjadikan Sarmi sebagai salah satu lumbung pangan Papua. Ia berpesan agar petani Orang Asli Papua benar-benar menerapkan ilmu yang diperoleh dengan dukungan dana otonomi khusus (Otsus).

Perwakilan kelompok tani dari Pantai Barat juga menyampaikan antusiasmenya.

“Kami berharap kegiatan ini berlanjut. Dengan teknologi baru, kami yakin hasil panen meningkat, dan petani Sarmi bisa mandiri pangan.”

Kepala Distrik Pantai Barat menegaskan agar petani memanfaatkan kesempatan ini. “Ilmu yang diberikan bernilai mahal, tetapi hari ini disampaikan langsung untuk orang asli Papua. Jangan sia-siakan dana Otsus, ikuti materi dengan baik dan terapkan di lapangan,” pesannya.

Kegiatan sekolah lapang di Pantai Barat ditutup dengan penegasan bahwa Sarmi menuju swasembada pangan. Kepala Bidang PSP menambahkan, “Kita punya cadangan cetak sawah 200 ha, dan Pantai Barat direncanakan 100 ha. Setelah sekolah lapang selesai, terus jalin komunikasi dengan penyuluh, dinas, dan narasumber. Tidak ada yang sulit, hanya cara berpikir kita yang harus berubah.”

Sekolah Lapang Orang Asli Papua ini masih akan berlanjut di tiga distrik lainnya hingga 14 Oktober 2025, dengan harapan semakin banyak petani Sarmi mampu menguasai inovasi pertanian modern dan mewujudkan ketahanan pangan daerah.

Prev Next

- Berliana


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Wujudkan Tata Kelola Bersih, Kepala BRMP Papua Tandatangani Pakta Integritas dan Komitmen KIP 2026
    27 Feb 2026 - By Berliana
  • Thumb
    Percepat Program 2026, BRMP Papua Hadiri Rapat Koordinasi Kementan
    27 Feb 2026 - By Berliana
  • Thumb
    Raker BRMP 2026: Transformasi Organisasi Melalui Meritokrasi dan Penguatan Peran Direktur Wilayah
    27 Feb 2026 - By Berliana
  • Thumb
    Sagu Go Modern Bersama BRMP Papua: Hilirisasi Lokal Tumbuh dari Akar Komunitas
    21 Feb 2026 - By Berliana
  • Thumb
    BRMP Papua Siap Kawal Cetak Sawah 30.000 Ha yang Produktif dan Berkelanjutan
    21 Feb 2026 - By Berliana

tags

BRMP Papua SARMI Sekolah Lapang Orang Asli Papua

Kontak

(0967) 592179 / 082190901393
(0967) 592179
[email protected]

Jl. Yahim No.49 Dobonsolo, Kec. Sentani Kabupaten Jayapura, Papua, Indonesia

Kode Pos 99352

Website : papua.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Papua. All Right Reserved